Intinya sih disini aku memang lagi pingin aktif kembali bermanfaat untuk teman-teman para job seeker ya. Tapi sedih, disaat aku berfikir lapangan pekerjaan ternyata lumayan banyak, eeeh ini malah dapat kabar PT. Sritex gulung tikar ya Tuhaaan.
Ini buat yang belum tahu aja ya. PT. Sritex itu perusahaan garmen dimana mereka memproduksi produk pakaian, kain, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan industri garmenlah ya. Kalian pasti tahu. Perusahaannya itu besar banget guys, gak usaha ngomong soal berapa hektar luas pabriknya, karena emang segitu besarnya.
PT. Sritex itu awal mulanya berdiri di sekitar tahun 1966 dan akhirnya menyatakan pailit di tahun ini 2025, yang artinya mereka sempat bertahan selama 59tahun lho guys. Luar biasa banget ini sebetulnya. Jumlah karyawannya itu gak main-main guys. Ada sekitar 12ribuan orang yang bekerja dan menaruh harapan serta mimpinya di perusahaan itu. Bayangkan guys, 12ribu orang akhirnya berstatus job seeker. Sama seperti kita. Huwaduuuh makin mateng aja nih saingan. Heheh....
Sudahlah aku sudah tak berharap mendapatkan pekerjaan diperusahaan lagi. Karena sudah seputus asa itu melihat betapa banyaknya job seeker dan mereka lebih berpotensi untuk diterima. Bukan karena aku mudah putus asa. Tapi memang kebanyakan kriteria perusahaan itu mencari yang muda dan berpendidikan tinggi. Sedangkan aku? Hweheheh.... sudahlah menua, pendidikan biasa saja, walaupun menurutku pengalamanku luar biasa sih. Boleh diadu. Eheheh....
Tapi yasudahlah ya. Daripada kejebak umur gak sukses-sukses dapet kerjaan mending kita coba wirausaha aja deh. Siapa tahu malah bisa buka lapangan pekerjaan suatu hari nanti ya gengs. Doakan. Heheheh.
Lalu siapa yang harus disalahkan atas kebangkrutan PT. Sritex ini guya menurut kalian? Para petingginyakah? Atau ada dalang dibalik kekacauan ini?
Menurutku sih sudah percuma mencari siapa yang salah. Karena bagaimanapun semua sudah terjadi. Tapi kita sebagai konsumen Indonesia bisa gak sih berbenah diri, introspeksi diri juga, coba deh untuk mencintai produk lokal. Bukan mau menyalahkan para konsumen ya. Disini juga ada andil pemerintah yang membebaskan sebebas bebasnya pasar global masuk ke indonesia.
Bayangkan pemirsa. Berapa banyak produk fashion yang asalnya dari luar sana. Gak usah disebut ya luarnya mana. Udah pada paham pasti. Itu harganya nyungsep abis gila. Gimana kita sebagai konsumen gak mau memilih produk luar itu kalo dikasih harga bisa berbeda 10x lipat tapi dengan kualitas yang sama. Aku sih gak mau munafik ya. Pakaian, itu banyak banget yang bisa dijual dengan harga karungan. Ini kita gak ngomong soal pakaian trift ya. Produk pakaian baru lho dari pabrik.
Sedangkan garmen-garmen di Indonesia, itu gak bisa jual harga karungan seperti mereka. Banyak sekali cost yang harus dikeluarkan. Okelah kalau kalian pikir ya udah sih ambil aja bahan mentah dari luar situ untuk diproduksi jadi pakaian jadi di garmen sini. Hei.... justru garmen-garmen kita ini ingin melestarikan para pengrajin bahan mentah bukan?
Kalian tahu gak kain itu dibuat dari apa? Contoh, kain katun bahan untuk kaos, itu dibuat dari serat kapas. Tahu kan kapas itu tanaman? Pohon tinggi besar yang harus ditanam dan dijaga supaya bisa tumbuh berkembang dan kapasnya bisa dipanen. Artinya ada andil para petani dalam industri garmen.
Ayolah paham. Cintai produk lokal bisa kali.
Ya udahlah ya. Sampai disini dulu postingan aku kali ini. Semoga besok dan seterusnya bisa mulai lagi menginformasikan loker dan UMKM yang semoga bisa jadi bermanfaat untuk teman-teman semua.
Tag: Mama Cica, Blog pribadi, blog pribadi mama cica, blog cerpen, curhatan sehari-hari, a day in my life, daily activity, keseharianku, curhat, sesi curhat, cerita hari ini, kisah hari ini, cerita nyata, kisah nyata, PT. Sritex, PT. Sritex bangkrut, sritex pailit, pt. srtitex phk massal, blog mama cica


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Dimohon berkomentar dengan sopan dan tanpa provokasi apapun. Anda sopan kami segan.