Minggu, 16 Februari 2025

Pesan untuk anak-anakku

Hallo anak-anakku sayang. Ini pesan untukmu. Aku Ibumu yang masih sangat banyak kekurangan. Dan kamu pasti tahu bahwa tidak ada pendidikan formal menjadi seorang Ibu dan Ayah. Tidak ada jurusan itu disekolah manapun. Jadilah kami menjadi orangtua otodidak yang mendidik kalian hanya dengan mendampingi. 

Tapi mimpi kami adalah kelak kamu sebagai anakku akan tumbuh menjadi anak yang kuat mental dan sukses dunia dan akhirat. 

'Nak, dunia itu memang hanya sementara, memang hanya tempat persinggahan. Tapi tahukah kau tempat persinggahan ini begitu kejam isinya. 

Baik buruk perbuatanmu akan selalu ada yang menghujat. Kita berbuat baik saja terkadang masih ada orang yang tidak suka, apalagi berbuat jahat. Namun bukan itu pointnya 'Nak. 

Seiring berjalannya waktu, tanpa diajaripun kami sebagai orangtua yakin bahwa kamu pasti mengerti mana hal baik mana hal buruk. 

Tidak 'Nak. Kami tidak akan menyalahkanmu ketika kamu berbuat hal buruk. Bisa saja kamu khilaf atau kamu tidak sengaja melakukannya. Tapi selalu ingat bahwa dalam hidup tidak ada yang namanya keterpaksaan. 

Jadi ketika kamu melakukan hal buruk dan beralasan karna terpaksa, mohon maaf kami tidak akan bisa menerima. Karna selalu ada pilihan diantara keterpaksaan yang kamu maksud. 

'Nak. Kami ingin mempersiapkanmu menjadi seorang yang sukses. Namun kami punya keterbatasan. Bisakah kau bantu kami? 

Teknologi sekarang sangat canggih dan terdepan. Lihat 'Nak. Banyak sekali anak-anak seumurmu bahkan jauh lebih muda darimu sudah memulai karirnya. 

Tidak. Kami tidak ingin memaksakan kehendak kami menjadikanmu seperti yang kami ingin. Namun, kami sangat ingin kau mempersiapkan dirimu sendiri untuk menghadapi hari dimana ketika kau beranjak dewasa dan dituntut memiliki harga diri tinggi 'Nak. 

Jika kehormatan dan harga diri diukur dari banyak uang dan harta berlimpah, kejarlah dari sekarang 'Nak. Banyak hal bisa kau lakukan. 

Maaf bukan kami ingin memaksa dan memerasmu untuk punya penghasilan diumurmu yang masih belia. Hanya saja, kami ini takut 'Nak. 

Takut ketika umurmu dewasa kau masih tidak tahu ingin jadi apa,

Takut ketika dunia sudah menuntutmu memiliki harga dirimu sendiri, kamu masih tidak punya apa-apa,

Takut ketika semua orang mengukur kehormatan dengan harta, kamu masih nihil.

Bukan 'Nak. Harta yang kamu dapat bukan untuk kami. Tapi untuk dirimu sendiri.

Dunia ini memang kejam 'Nak. 

Hanya mereka yang berpendidikan tinggi yang bisa berbangga hati,

Hanya mereka yang berharta banyak yang bisa dihormati,

Hanya mereka yang mampu membeli mobil mewah, rumah megah yang boleh punya harga diri. 

Seperti itulah dunia bekerja. Lantas untuk mendapatkan itu semua bisa kau mulai dari sekarang. 

Gali potensimu, selami hobimu, konsisten dengan apa yang kau suka, kejar dan raih. 

Maka ketika kamu dewasa, kamu tinggal memetik hasilnya bukan malah baru memulai.

Itu pesan Ibu 'Nak. Jangan jadi seperti Ibumu yang serba terlambat ini. 

Salam Sayang 

Ibumu yang terlalu mengkhawatirkan masa dewasamu kelak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dimohon berkomentar dengan sopan dan tanpa provokasi apapun. Anda sopan kami segan.

Saya mengucapkan Banyak Terima Kasih untuk pemirsa semua yang sudah menyempatkan diri mampir ke Blog ini. Apabila ada salah informasi atau ketidaksesuaian saya dalam menulis artikel, dimohon kerjasamanya untuk informasikan hal tersebut langsung ke email saya di mamacicareal@gmail.com atau DM melalui media sosial apapun di akun @mamacicareal. Terima Kasih